Perilaku laki-laki dilihat dari tingkat kemapanan ekonomi

Lupa aku dengernya dimana, ada teori pembagian kebutuhan manusia dari abraham maslow. Nah menurutku salah satu wujud dari teori itu pada laki-laki bisa dilihat dari tingkat kemapanan ekonominya seperti ini. Agak berbeda tapi sepertinya mirip.

Level 1
Taraf ekonomi biasa, masih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari

Level 2
Mulai memperbagus rumah, mobil dan kebutuhan utama lainnya

Level 3
Mulai suka koleksi barang-barang kebutuhan sekunder

Level 4
Mulai suka memperbanyak cinta, menikah lagi dan sejenisnya.

Level 5
Ingin dikenal banyak orang.

Yang paling rawan itu kalau laki-laki sudah level 4. Biasanya menikah lagi atau memiliki istri simpanan. Duh… dan itu terjadi pada kebanyakan orang. Tapii rata-rata mereka yang sudah kaya tetapi malah keluarga berantakan karena suaminya mulai suka bercinta lagi itu karena tidak memiliki ilmu agama yang cukup.

Jadi apapun kondisinya, ilmu agama itu sangat pentinh. Mau kondisi miskin atau kaya, susah atau senang itu tetap bahagia dan tidak akan menyakiti keluarganya.

Pentingnya mengenalkan anak pada lingkungan alam sekitar !

Awalnya sih nggak tega saat melihat si kecilku diajak berpanas-panasan, ber angin-anginan bahkan hujan-hujanan sama abinya… ūüė• tetapi setelah tahu manfaatnya sekarang pikiranku berubah, intinya begini :

Mengapa orang-orang jaman dahulu tubuhnya kuat-kutat, umurnya panjang-panjang dan nggak sakit-sakitan padahal kondisi gizi jauh lebih buruk dari sekarang, jawabnya adalah mereka dekat dengan alam !

Kemudian aku mbandingin anak-anak yang dari kecil tinggal di desa dan di kota, ternyata daya tahan tubuhnya lebih kuat anak desa

Dan yang ini pengalamanku sendiri, bahwa anak kecil yang dibiarkan bermain bebas di sekitar, lebih lincah dan sehat dari pada mereka yang bermainnya hanya di dalam rumah terus.

Artikel ini aku tulis untuk share pengalaman dan menginformasikan bahwa lebih baik “kenalkanlah anak kecil terhadap lingkungan (panas, dingin, hujan, angin) sebagai upaya meningkatkan kesehatan si anak itu sendiri.

Dalam kehidupan ini, kita nggak tau cuaca seperti apa yang akan kita hadapi. Apalagi hidup di daerah yang cuacanya nggak jelas (tapi semua daerah sekarang mulai nggak jelas) seperti ibu kota jakarta. Dimana di daerah udah mulai kemarau, di jakarta masih bolak-balik hujan dengan suhu yang nggak menentu… tentunya ini berpengaruh bagi kesehatan dan penyakit yang rentan menyerang adalah flu, batuk dan demam.

Jika seseorang sudah terbiasa dengan berbagai kondisi alam, insyaAllah ini adalah sebuah usaha menjaga kesehatan yang cukup bagus.

Lha caranya gimana ?

Kalau hujan, si kecil ditaruh di halaman, biarkan dia hujan-hujanan…
Kalau panas terik, sikecil buka bajunya, kemudian jemur di halaman
Dan sejenisnya

Ya enggak gitu lah…

(itu namanya ibu yang kejam dan tidak berperi kemanusiaan), singa saja sangat menyayangi anaknya ! melindungi anaknya jika ada marabahaya… :P.¬†Yaa caranya bertahap dari yang ringan kemudian meningkat ke hal yang berat.

Contohnya kaya gini :

BIAR KENAL DENGAN AIR
Anak kecil sangat suka bermain air… sekiranya dia sudah bisa pegangan sendiri di bak mandinya, biarkan dia berlama-lama di air sambil mainan air. Kemudian meningkat madiinya jangan pakai air hangat (iyah, air dingin saja)… habis itu ulangi dia mainan air sampai lama nggak apa-apa…

Lanjut jika dia ketika mainan air dingin nggak masuk angin, adalah dikenalkan sama hujan… ¬†caranya ajak hujan-hujanan tapi pakai payung… lama-lama dia pasti akan nggak betah pakai payung… satu dua tiga kali suruh dia pakai mantel aja… kali ini air hujan sudah langsung menyiram tubuhnya…¬†Yang terakhir ya biarkan dia hujan-hujanan…

Coba kalau sudah selevel ini, ajak anak tetangga yang dia selalu disayang dan dimanja di dalam rumah untuk hujan-hujanan, berani nggak dia ?

Aku juga ingat semboyan sebuah merk pembersih :
BERANI KOTOR ITU BAIK
Ini juga mendidik anak untuk kenal dengan alam secara fisik langsung. Ajaklah dia jalan-jalan di alam bebas seperti kebun, sawah, hujan… nggak usah pakai sandal atau sepatu… ini bagus untuk syaraf-syaraf di kakinya…

Lumpur, debu, kaki lecet tergores, kaki berdaran tertusuk, digigit semut, terkena ulet bulu… itu semua akan mendidik anak untuk tidak cengeng… Sebagai orang tua kita bisa menjaganya dari hal yang membahayakan dirinya, tetapi jika paling cuma luka sedikit biarkanlan…

Yah walau sekarang di kaki Anas banyak bekas luka yang menghitam, banyak bekas luka goresan, bahkan 3 bekas luka memar di pipinya, tetapi Anas kelihatan lebih mandiri dan bandel fisiknya…

MASIH BANYAK CONTOH LAIN
Intinya adalah lakukan dengan bertahap…

Wahai anakku… orang tuamu ingin kamu menjadi anak yang tangguh dan tidak cengeng menghadapi kehidupan ini…
Kami mengenalkanmu pada alam (walau banyak orang yang menganggap kami orang tua yang kejam) agar kita kuat…
Kami sayang padamu…

Anak kecil suka meniru

Mungkin sudah dari sananya apa yah ? anak2 balita suka meniru2 apa yg di lihatnya. seperti anakku kl dia melihat ataupun mendengar sesuatu dia langsung tanggap dan praktek, mangkanya di rumah nggak ada televisi (hiks kasiaaaan). benar kata pepatah” BELAJAR DI WAKTU KECIL BAGAI MELUKIS DI ATAS BATU BELAJAR DI WAKTU TUA BAGAI MELUKIS DI ATAS AIR” yah begitulah anak2 tergantung kita mengarah kan dia kemana.

Suguhilah hal2 yang positif selagi dia belum tau mana benar dan mana yang salah, dengarkanlah pendapatnya, meskipun anak2 tp dia sudah bisa mengutarakan keinginannya, selagi hal itu positif maka lakukanlah dan kl yang di minta adalah hal yg negatif maka kasihlah dia pengertian yang masuk akal . Dan jangan sekali2 anak di bohongi/ di kasih alasan yang tidak masuk akal, itu justru membuat dia penasaran dan akan bertanya lebih jauh karna merasa aneh.

Jangan melarang sesuatu kepada anak selagi kita masih melakukannya di hadapan dia,itu malah menjadikan anak merasa bahwa ortunya tidak adil. Berilah contoh kepadanya dg perbuatan kita jangan hanya dg ucapan terus menerus sehingga membuatnya bosan selalu di ceramahi.

sekian dulu deh ini pengalaman yg saya alami menghadapi anak2.      menerima saran dari pembaca:)

KESAN PERTAMA

Teringat  masa lalu,waktu itu aku belum menikah yah di bilang pacaran  juga enggak, karna aku menikah tanpa pacaran.(pacaran setelah nikah)

Kebanyakan orang tertarik pd seseorang adalah melihat dari raut wajahnya, tp tidak denganku aku tertarik saat melihat betisnya, bukan karna syahwat tp aku sendiri nggak tau dg semua itu, aku sangat senang jika melihat dia melipat celana panjangnya,sungguh mengagumkan.

Saat dia datang kerumah, dan tibalah waktu untuk menunaikan sholat, ketika itu aku antar dia ke masjid, yang namanya mau berwudhu kan jelas di naikin dong celana panjangnya dan saat itu pula pertama kali aku melihat betisnya sungguh indah di pandang, apalagi pas selesai berwudhu dalam keadaan kaki yg masih basah, dan rambut betis yang lurus hmmmmmmm sungguh menawan. (untung dia nggak tau kl aku perhatikan dr jauh).

Jika kuingat waktu itu,kita jalan bareng tapi selalu berjauhan karena kita belum nikah. Dan kalau pun hujan dia nggak mau pakai payung berdua dia selalu rela basah kuyup demi menjaga agar terhindar dari fitnah. Dalam hatiku ”sok alim bener itu orang” .

Padahal waktu itu dia telah berencana mau melamarku, sediiiiiiih…….. rasanya waktu itu. Dan akhirnya dia pun melamarku sungguh bahagia hatiku.

Dan ketika orang yg pd pacaran umumnya sudah pd make HP,kita masih surat-menyurat, kalau aku nulisnya kangen2an eeeh dia mbalesnya nasehat2 agama ”aku jadi malu”. tp kata-kata terakhir selalu membuat aku tersenyum (alias GE’ER).

Dan setelah kita menikah baru aku katakan” kalau aku paling suka melihat betisnya,terutama ketika lagi basah”

Bingung masak di rumah

Duh keluargaku tercinta… hari ini mau masak apa yah…
Lauk yang kemarin-kemarin udah bosen…

Mungkin kondisi itu tidak hanya aku yang mengalaminya. Bagi ibu-ibu di kota aku yakin akan dihadapkan pada kondisi berikut ini :

  1. Bingung menentukan menu untuk keluarga.
  2. Stok sayur di tukang sayur atau warung itu-itu aja. Dari hari ke hari gak ada yang berubah. Ini juga sama dengan di swalayan  / mall.
  3. Orang-orang dirumah kadang udah dimasakin tapi maemnya dikit karena bosan.

Apakah hanya aku yang mengalami atau ada temen-temen yang juga merasakan hal yang sama.

Ada saran atau masukan gak ?

Maafkan aku sayang, aku belum mengerti

Waktu itu cuaca lagi panas-panas nya,yah sekitar pukul 11 siang, dari pagi si kecil minta di beliin mainan dan kebetulan pas lg libur kerja, ya udah setelah masak selesai dan sarapan pagi pun telah usai akhirnya kami pun bersiap tp ternyata duit di rumah tidak cukup dan kami pun ke atm sekalian bayar listrik.

Di jalan sangat macet ,kami pakai kendaraan roda dua. dan jalan yang kami lewati adalah jalan yang tiap hari di lewti oleh suamiku pulang kerja. Lalu sya tanya apa jalan nya tiap hari begini? (selalu macet ) kata suamiku, iya tiap saat di jalan ini selalu macet. saya jadi merasa sangat berdosa kepada suami saya. kadang kalau pas  suami pulang kerja, raut wajahku tidak menyenangkan bahkan kadang2 kl suami tanya saya jawab dg suara agak tinggi.

Meskipun saya sedang sangat capek ngurus anak yang sekarang lg aktif2nya  tidak seharusnya aku bersikap seperti itu.

UNTUK SUAMIKU
Maaf kan segala tingkah ku selama ini karna keegoisanku, yang ¬†pengennya dikau selalu tepat waktu tanpa memikirkan apakah pekerjaan dah selesai atau belum. Dan mulai saat itu InsyaAllah aku mulai berwajah sumringah ketika suamiku pulang kerja bahkan sebisa mungkin aku rapikan rumah kalau kira2 beliau sudah mau pulang kerja, tp ya namanya anak2 yg lg aktif2nya, saya beresin mainannya eh malah dia sibuk untuk mberantakin lagi , sambil bilang “biarin aja berantakan kaya kapal pecah” akhirnya sesampainya beliau di rumah, rumah pun talah berantakan lg hiks…..anaku yag belum ngerti kl bapaknya capek pulang kerja. tp suamiku kl pas lg datang rajin ya pulang kerja langsung ambil sapu dan nyapu kamar.

Pesanku untuk para istri bersikaplah yang manis terutama ketika suami pulang kerja,jangan sampai membuat suami tambah capek InsyaAllah dengan sikap kita yang sumringah menyambut kedatangan sang suami maka akan mengurangi rasa capeknya bahkan bisa jadi rasa capeknya langsung hilang.

Dan teruntuk suamiku semngatlah dalam menjalankan tugas2. selalu berhati-hati kalau di jalan, ingatlah istri dan anak2 selalu mengharap keselamatanmu.

Ya Allah jadikan keluarga kami keluarga yang sakinah,mawaddah warrohmah Amiiiiiin.

Meniti jalan menuju keluarga bahagia dalam keberkahan

Setiap orang punya tujuan yang sama yaitu hidup bahagia. Tetapi jangan pernah menyamakan cara seseorang mendapatkan kebahagiaan.

Ada yang bahagia dengan hidup sederhana, ada juga yang baru bisa bahagia dengan harta yang banyak.

Tetapi apa sih arti kebahagiaan itu sebenarnya. Apakah cukup dengan perasaan cukup sekarang ini ? Tentunya tidak !

Kebahagiaan akan dicapai jika kebutuhan jiwa dan raga terpenuhi. Yang aku sebutkan di atas baru untuk kebutuhan raga yaitu kecukupan harta.

Banyak yang berharta melimpah tetapi jiwanya selalu cemas karena takut hartanya hilang atau jatuh ketangan orang lain. Ada yang hartanya sudah banyak tetapi dalam dirinya malah ada batasan dari dokter untuk tidak makan ini dan itu, yang dengan kata lain dia tidak bisa menikmati hartanya. Ada juga orang miskin tetapi tiap hari bertambah miskin dan sengsara.

Ada apa dengan mereka ?
Jawabannya cuma satu, kebutuhan jiwa mereka belum terpenuhi. Darimana kebutuhan jiwa akan terpenuhi tentunya dengan memiliki sebuah keyakinan yang kuat sebagai pegangan jiwa dalam setiap keadaan. Susah senang, kaya miskin, tertawa dan menangis adalah warna dalam kehidupan sehari-hari.

Tulisan pertama blogku ini mewakili isi hatiku untuk menceritakan dan mencatat semua tentang perjalanan untuk mencapai kebahagiaan yang sebenarnya. Semoga Allah SWT memudahkan jalanku dan jalan kita semua untuk selalu dalam lindungan dan rahmatnya.